BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Hidup adalah perjuangan yang tiada
henti. Setiap kader seyogyanya menanamkan prinsip ini. Bias kita bayangkan jika
hidup yang kita jalani ini tanpa dibumbuhi perjuangan. Pastinya akan tercipta
hidup yang statis,yang hanya berjalan di tempat tidak dinamis dan pragmatis.
Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian
besardari kita saat ini hidup dalam keadaan yang tidak hidup. Artinya,
kehidupan yang dijalaninya adalah tanpa tujuan, buta visi dan lumpuh misi.
Akibatnya, kehidupan berjalan seperti keong, lambat dan malas, hedonitas
merajarela, pengangguran membludak, kriminalitas meningkat, dsb.
Anggapan bahwa kehidupan itu seperti
air, maka biarkanlah air itu mengalir begitu saja menjadi landasan tersendiri
bagi mereka yang menginginkan kehidupannya itu berjalan begitu saja. Tanpa
harus diprogramkan, tanpa haru dipetakan.
Akan tetapi, fakta dilapangan
membuktikan bahwa antara seseorang yang memiliki visi yang jelas dalam
kehidupannya atau dengan kata lain telah mampu membuat peta hidupnya memiliki
masa depan yang jauh lebih cerah bila dibandingkan dengan orang yang tidak
mampu membuat peta hidupnya.
B.
Rumusan Masalah
a.
Pengertian peta
hidup?
b.
Tujuan membangun
peta hidup?
c.
Cara membangun
peta hidup?
d.
Cara membangun
peta hidup dalam perspektif Islam?
e.
Modal utama
dalam membangun peta hidup?
f.
Musuh kesuksesan
dalam membangun peta hidup?
g.
Cara mewujudkan
target hidup?
BAB II
ISI
a.
Pengertian Peta Hidup
Peta hidup atau sering disebut
dengan istilah Life Mapping ini merupakan teknik pemanfaatan keseluruhan otak
dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk
kesan. Peta hidup akan memberikan kesan yang mendalam, memberikan kejelasan
arah kehidupan, sehingga menghasilkan visi dan misi hidup yang membuat kehidupan
manusia lebih dinamis.
Peta hidup akan memudahkan kita
mengenali siapa diri kita sesungguhnya. Dale Carnegie mengingatkan betapa
spesialnya diri kita. Tiap-tiap kita adalah sesuatu yang sama sekali baru di
muka bumi ini. Tidak ada seorangpun yang pernah ada dan yang aka nada persis
seperti kita. Kita ini adalah produk dari keturunan, lingkungan dan masa lalu.
Betapa banyak anugrah yang diberikan Allah kepada kita. Kita adalah makhluk
dengan nilai tak terhingga dan tidak bias dihargai dengan uang.
Oleh karena itu, dalam kehidupan
yang sangat singkat ini, sangat dapat dipastikan, setiap orang dari kita tak
ingin dikatakan menyia-nyiakan kehidupannya. Walaupun bukti konkretnya banyak
mengarah pada hal tersebut.
b.
Tujuan Membangun Peta Hidup
Tujuan life mapping adalah mencegah
kita bertindak tergesa-gesa dan tak beraturan. Tapi, terkadang rencana kita
dapat berubah seiring perjalanan kita karena situasi tertentu. Hidup sperti
layaknya jalan, ada belokan, putaran, tanjakan, dan lubang. Kita harus mampu mengantisipasi
hal-hal tersebut, dan kita juga harus bisa menyesuaikan keadaan ketika ada
perubahan jalur.
Membangun peta hidup, pastinya
membawa beberapa manfaat yang sangat berpengaruh dalam melejitkan potensi.
Menurut Solikhin Abu Izzudin dalam bukunya Zero to Hero mengemukakan beberapa
manfaat dari membangun peta hidup, antara lain:
1.
Menjadi modal
dasar sebelum melangkah.
2.
Memiliki
kejelasan apa yang harus dilakukan.
3.
Mapping adalah
analisis kegagalan yang dituliskan.
4.
Agar memiliki
skala prioritas dalam melangkah.
5.
Agar selalu
mendayagunakan potensinya tersebut untuk prestasi sebanyak-banyaknya.
6.
Mapping sangat
penting untuk mendasyatkan diri.
7.
Mapping akan
berguna untuk mengoreksi kesalah diri.
c.
Cara Membangun Peta Hidup
Banyak cara dalam membangun peta hidup,
namun sebelum kita membangun peta hidup lita harus terlebih dahulu mengenali
tujuan hidup kita. Mengenali diri sendiri adalah hal yang wajib kita lakukan.
Semakin dalam kita mengetahui kelebihan dan kekurangan kita serta peluang makan
semakin mudah kita membangun peta hidup kita. Karena logika saja, jika kita
benar-benar mengenal seseorang, maka otomatis kita paham apa yang dia sukai,
apa yang dia senangi dan apa yang dia butuhkan. Begitu juga dengan diri kita.
Salah satu tips sederhana tapi
berdampak yang mudah dilakukan adalah membuat suatu target yang akan kita capai
dalam sebuah kertas setalah itu tempelkan di dinding kamar kita. Usahakan titik
lokasi kita menempel adalah titik pertama yang kita lihat setelah kita tersadar
dalam tidur kita. Pastikan hal yang pertama kita lihat setelah terbangun dari
tidur adalah sebuah kertas tersebut. Menurut riset di bidang psikologi, hal ini
dapat memberikan aura positif kepada diri kita untuk bersemangat meraihnya pada
hari itu. Jika ini dilakukan secara konsisten, maka hari-hari kita merupakan
hari-hari pencicilan dalam hal pencapaian mimpi-mimpi kita.
Berikut
beberapa cara dalam memvisualkan impian:
1.
Meraih
kepantasan diri
2.
Bersahabat
dengan orang-orang hebat
3.
Syukuri
kemenangan-kemenangan kecil
4.
Lakukan evaluasi
pencapaian mimpi secara berkala
d.
Membangun Peta Hidup Dalam Perspektif Islam
Dalam membangun peta hidup, tentunya
secara tidak langsung akan menyertakan cita-cita, imajinasi, dan visi.
Cita-cita adalah merupakan salah satu titik tolak menuju kesuksesan seseorang.
Dalam
Q.S Ar-Ra’d ayat 11, Allah SWT. Berfirmanyang artinya:
“Sesungguhnya
Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan
yang ada pada diri mereka sendiri”. (Q.S. Ar-Ra’d : 11).
Ayat di atas mengindikasikan perintah
kepada hamba Allah untuk senantiasa bergerak dan menciptakan perubahan dalam
kehidupannya. Melalui ayat ini, Allah memerintahkan kita agar merancang masa
depan. Sekarang, pikirkanlah dengan baik rencana Anda ke depan. Pikirkanlah apa
target 6 bulan, 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun untuk masing-masing dimensi hidup
anda. Jadi bukan menjadi apa (presiden, menteri, direktur) yang paling penting,
tapi lebih penting adalah apa yang anda hasilkan lewat peran yang anda jalani.
Jabatan atau posisi merupakan instrument bagi prestasi dan pengabdian anda.
Impian, rencana, visi tetap akan
menjadi rumusan hampa tanpa adanya kesungguhan dalam melaksanakannya. Namun,
cita-cita pribadi kita hendaknya bukan hanya untuk kita sendiri tapi hendaknya
memberikan maslahat kepada ummat.
Tentunya kita tidak hanya ingin
memiliki cita-cita dunia karena cita-cita akhirat pun tak kalah pentingnya.
Seperti ungkapan yang sering kita dengar yaitu: “Bekerjalah untuk duniamu
seakan-akan engkau hidup selamanya dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan
engkau akan mati esok hari”.
Kita semua akan mati, seperti halnya
Firman Allah yang artinya “Semua makhluk pasti akan merasakan yang namanya
mati”. Karenanya yang terpenting bukan mengapa kita mati, dengan cara dan kapan
kita mati. Tetapi, bagaimana cara kita menghadapi kematian dan mempersiapkan
diri. Karena rasa mati itu sama, hanya sebab matilah yang beragam, sehingga
nilainya berbeda. Ada yang syahid karena ta’at dan sebaliknya ada yang tersiksa
karena gosong dalam maksiat. Ada yang mulia karena takwa, dan banyak yang hina
karena angkara. Lagi-lagi hidup ini adalah pilihan, dua jalan yang diberikan
Allah SWT. Ingin syurga atau neraka.
Bagi orang yang beriman, membangun
peta hidup sangat penting. Cita-citanya yang mulia tidak akan dengan mudahnya
tergoyahkan dan tergantikan oleh sesuatu yang hida dan rendah. Allah tujuan
hidupnya, Rasulullah teladannya, Al-Qur’an pedomannya, jihad jalan hidupnya,
dan mati syahid di jalan Allah cita-cita tertingginya.
Lain pribadi lain pula cita-citanya.
Lain visi misi dan yang pasti lain pula cara membangun peta hidupnya. Berikut
adalah cara-cara orang besar memetakan hidupnya hingga dapat meraih kesuksesan.
Mapping ala
Rasulullah dan Sahabat
Metode pemetaan hidup pernah
dilakukan Nabi saat beliau menjelaskan tentang ajal manusia. Dalam sebuah
hadist yang di riwayatkan oleh Bukhori dan Ibnu Mas’ud ia berkata, Rasulullah
membuat gambar segi empat. Di tengah-tengahnya ada garis lurus yang memanjang
hingga keluar kotak. Di samping garis tengah ada garis-garis kecil. Lalu Nabi
menerangkan, “Ini manusia, dan garis persegi itu adalah kurungan ajalnya,
sedangkan garis panjang yang keluar batas itu adalah angan dan cita-cita
manusia. Garis-garis kecil itu adalah gangguan-gangguan yang selalu
menghinggapi manusia. Maka bila ia selamat dari yang pertama, mungkin akan
terkena yang kedua, jika terhindar dari yang satu terkena yang lain”. (HR.
Bukhori).
Memetakan hidup seperti hanya
memetakan kondisi diri, positif maupun negative dengan sejujur-jujurnya akan
berguna sebagai pengingat visual, sebagai peta untuk belajar, mengorganisasikan
ide-idenya, membangkitkan ide-ide orisinil, memicu ingatan dengan mudah dan
berguna untuk merencanakan. Cara ini lebih menenangkan, menyenangkan dan
kreatif, karena mengaktifkan keseluruhan otak anda.
e.
Modal Utama Dalam Membangun Peta Hidup
Ada 3 modal utama dalam membangun
peta hidup, dan sebenarnya ketiga modal ini telah ada pada diri mita semua.
Modal tersebut yaitu:
1.
Akal (fikriyah)
Telah kita ketahui bersama, bahwa surah pertama yang
turun adalah surah Al-‘Alaq ayat 1-5 dan surah tersebut berhubungan juga dengan
wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Rasulullah.
“Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari
segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia)
dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak
diketahuinya”. (QS. Al-‘Alaq: 1-5)
Di dalam
surah tersebut kita dapat mengambil hikmahnya, bahwa sebenarnya kita ummat
Islam di anjurkan untuk membaca, membaca dan membaca. Sebab dengan membaca
dapat menambah pengetahuan kita, baik pengetahuan umum maupun agama. Seperti
yang kita ketahui bahwa asupan otak itu salah satunya itu adalah dengan
membaca.
2.
Hati (Ruhiyah)
Selain kita memperbaiki akal
(fikriyah), kita dianjurkan untuk meningkatkan Ruhiyah kita, yaitu dengan cara
memperbaiki amalan yaumiyah kita. Karena dengan Fikriyah yang mantap dan
Ruhiyah yang kuat, maka kita dapat membangun peta hidup dengan matang.
3.
Fisik
(Jasadiyah)
Seyogyanya bukan hanya fikriyah dan
ruhiyah saya yang kita perbaiki dalam membangun peta hidup, namun tak lengkap
jika jasadiyah kita melemah. Oleh karena itu, di samping kita memperbaiki
fikriyah dan ruhiyah, kita harus juga memperbaiki jasadiyah kita. Memperbaiki
jasadiya itu terdiri dari 3 aspek:
-
Makanan,
tanamkannlah prinsip bahwa “biar enak, tapi tetap berkualitas”. Jadi, usahakan
asupan makan kita itu harus berkualitas dalam hal vitamin dan gizi yang
terkandung di dalamnya.
-
Olahraga,
seperti yang terdapat dalam pribahasa “di dalam jiwa yang sehat terdapat
fikiran yang waras”. Setiap muslim seharusnya memiliki kebiasaan berolahraga,
minimal memiliki 1 bidang olahraga yang disukai. Karena Rasul juga pernah
mengatakan bahwa “Aku lebih suka dengan Muslim yang kuat ketimbang Muslim yang
lemah”.
-
Istirahat, dalam
istirahat Rasul pernah mengajarkan kepada kita bahwa Allah memperbolehkan kita
istirahan pada waktu menjelang dzuhur dan sesudah dzuhur, namun janganlah
engkau istirahat pada waktu sesudah subuh, waktu dhuhah, setelah ashar dan
setekah maghrib. Jadi, jelas bahwa waktu-waktu inilah yang diperbolehkan untuk
istirahat.
f.
Musuh Kesuksesan Dalam Membangun Peta Hidup
Ternyata di dalam meraih kesuksesan
ada musuh-musuh yang harus kita lawan, seperti halnya hadits Rasul di atas. Ada
4 musuh kesuksesan, yaitu:
-
Alasan, usahakan
jika kita tidak bisa melakukan suatu poekerjaan, jangan terlalu banyak alasan.
Sebab dengan alasan yang sebegitu banyak maka akan membuat kemalasan bagi diri
kita.
-
Takut gagal, ada
satu kata-kata motivasi, yaitu: “orang yang sukses itu adalah orang yang berani
gagal”. Orang yang tak pernah gagal, berarti dia tidak ingin sukses. Jadi,
sebagai manusia kita tidak harus takut untuk gagal, karena dengan adanya rasa
takut yang menyelimuti, maka akan menyebabkan kita tidak berani melangkah ke
depan dan kita akan tetap statis.
-
Lemah dan Malas,
sifat lemah dan malas ini sudah pasti ada pada setiap manusia. Untuk melawan
kelemahan dan kemalasan yaitu di paksa agar tidak malas, dan kemudian kita
harus banyak membaca buku-buku motivasi agar kita termotivasi untuk berubah.
-
Lingkungan
negatif, ternyata menurut penelitian lingkungan juga dapat berpengaruh pada
kesuksesan kita. Lingkungan yang malas dapat mempengaruhi diri kita untuk malas
dan sebaliknya lingkungan yang rajin dapat mempengaruhi diri kita untuk rajin
bekerja.
g.
Cara Mewujudkan Target Hidup
Ada beberapa cara mewujudkan target hidup, yaitu:
-
Tekat, tekat itu
terletak di dalam hati kita, dengan tekat yang kuat kita dapat lebih bersemangat
dalam menata hidup kita menjadi lebih baik.
-
Disiplin action,
dengan tekat yang kuat belum dapat membuat suatu target hidup yang baik. Harus
dibarengi juga dengan disiplin action, karena tak akan tercapai target-target
kita jika tidak ada action dari kita. Jadi seyogyanya kita harus memiliki
action dalam hal menata hidup kita.
-
Komitmen, adalah
suatu peneguhan yang harus tertanam dalam hati kita dan kita harus istiqomah
dalam mewujudkan cita-cita kita.
BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat
diambil kesimpulan bahwa, sudah seyogyanya kita sebagai kader memiliki konsep
hidup yang jelas, mau kemana kita melangkah dan mau dibawa kemana soft skill
yang ada pada diri kita. Sukses itu adalah perjalanan, bukan cita-cita yang
harus dicapai. Kita harus memiliki target-target ke depan, dan ingatlah kita
jangan sepele dengan target yang kecil dan jangan pesimis dengan target kita
yang besar.
Islam juga mengajarkan kita untuk
memiliki tujuan yang jelas dalam kehidupan. Bagi orang yang beriman, membangun
peta hidup sangatlah penting. Cita-citanya yang mulia tidak akan dengan
mudahnya tergoyahkan dan tergantikan oleh sesuatu yang hina dan rendah. Allah
tujuan hidupnya, Rasulullah teladannya, Al-Qur’an pedomannya, jihad jalan hidupnya,
mati syahid di jalan Allah cita-cita tertingginya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar