Selamat Datang Dan Membaca Blog Ini

Jumat, 01 November 2013



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            Hidup adalah perjuangan yang tiada henti. Setiap kader seyogyanya menanamkan prinsip ini. Bias kita bayangkan jika hidup yang kita jalani ini tanpa dibumbuhi perjuangan. Pastinya akan tercipta hidup yang statis,yang hanya berjalan di tempat tidak dinamis dan pragmatis.
            Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian besardari kita saat ini hidup dalam keadaan yang tidak hidup. Artinya, kehidupan yang dijalaninya adalah tanpa tujuan, buta visi dan lumpuh misi. Akibatnya, kehidupan berjalan seperti keong, lambat dan malas, hedonitas merajarela, pengangguran membludak, kriminalitas meningkat, dsb.
            Anggapan bahwa kehidupan itu seperti air, maka biarkanlah air itu mengalir begitu saja menjadi landasan tersendiri bagi mereka yang menginginkan kehidupannya itu berjalan begitu saja. Tanpa harus diprogramkan, tanpa haru dipetakan.
            Akan tetapi, fakta dilapangan membuktikan bahwa antara seseorang yang memiliki visi yang jelas dalam kehidupannya atau dengan kata lain telah mampu membuat peta hidupnya memiliki masa depan yang jauh lebih cerah bila dibandingkan dengan orang yang tidak mampu membuat peta hidupnya.
B.     Rumusan Masalah
a.       Pengertian peta hidup?
b.      Tujuan membangun peta hidup?
c.       Cara membangun peta hidup?
d.      Cara membangun peta hidup dalam perspektif Islam?
e.       Modal utama dalam membangun peta hidup?
f.       Musuh kesuksesan dalam membangun peta hidup?
g.      Cara mewujudkan target hidup?

BAB II
ISI

a.      Pengertian Peta Hidup
            Peta hidup atau sering disebut dengan istilah Life Mapping ini merupakan teknik pemanfaatan keseluruhan otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan. Peta hidup akan memberikan kesan yang mendalam, memberikan kejelasan arah kehidupan, sehingga menghasilkan visi dan misi hidup yang membuat kehidupan manusia lebih dinamis.
            Peta hidup akan memudahkan kita mengenali siapa diri kita sesungguhnya. Dale Carnegie mengingatkan betapa spesialnya diri kita. Tiap-tiap kita adalah sesuatu yang sama sekali baru di muka bumi ini. Tidak ada seorangpun yang pernah ada dan yang aka nada persis seperti kita. Kita ini adalah produk dari keturunan, lingkungan dan masa lalu. Betapa banyak anugrah yang diberikan Allah kepada kita. Kita adalah makhluk dengan nilai tak terhingga dan tidak bias dihargai dengan uang.
            Oleh karena itu, dalam kehidupan yang sangat singkat ini, sangat dapat dipastikan, setiap orang dari kita tak ingin dikatakan menyia-nyiakan kehidupannya. Walaupun bukti konkretnya banyak mengarah pada hal tersebut.
b.      Tujuan Membangun Peta Hidup
            Tujuan life mapping adalah mencegah kita bertindak tergesa-gesa dan tak beraturan. Tapi, terkadang rencana kita dapat berubah seiring perjalanan kita karena situasi tertentu. Hidup sperti layaknya jalan, ada belokan, putaran, tanjakan, dan lubang. Kita harus mampu mengantisipasi hal-hal tersebut, dan kita juga harus bisa menyesuaikan keadaan ketika ada perubahan jalur.
            Membangun peta hidup, pastinya membawa beberapa manfaat yang sangat berpengaruh dalam melejitkan potensi. Menurut Solikhin Abu Izzudin dalam bukunya Zero to Hero mengemukakan beberapa manfaat dari membangun peta hidup, antara lain:
1.    Menjadi modal dasar sebelum melangkah.
2.    Memiliki kejelasan apa yang harus dilakukan.
3.    Mapping adalah analisis kegagalan yang dituliskan.
4.    Agar memiliki skala prioritas dalam melangkah.
5.    Agar selalu mendayagunakan potensinya tersebut untuk prestasi sebanyak-banyaknya.
6.    Mapping sangat penting untuk mendasyatkan diri.
7.    Mapping akan berguna untuk mengoreksi kesalah diri.
c.       Cara Membangun Peta Hidup
            Banyak cara dalam membangun peta hidup, namun sebelum kita membangun peta hidup lita harus terlebih dahulu mengenali tujuan hidup kita. Mengenali diri sendiri adalah hal yang wajib kita lakukan. Semakin dalam kita mengetahui kelebihan dan kekurangan kita serta peluang makan semakin mudah kita membangun peta hidup kita. Karena logika saja, jika kita benar-benar mengenal seseorang, maka otomatis kita paham apa yang dia sukai, apa yang dia senangi dan apa yang dia butuhkan. Begitu juga dengan diri kita.
            Salah satu tips sederhana tapi berdampak yang mudah dilakukan adalah membuat suatu target yang akan kita capai dalam sebuah kertas setalah itu tempelkan di dinding kamar kita. Usahakan titik lokasi kita menempel adalah titik pertama yang kita lihat setelah kita tersadar dalam tidur kita. Pastikan hal yang pertama kita lihat setelah terbangun dari tidur adalah sebuah kertas tersebut. Menurut riset di bidang psikologi, hal ini dapat memberikan aura positif kepada diri kita untuk bersemangat meraihnya pada hari itu. Jika ini dilakukan secara konsisten, maka hari-hari kita merupakan hari-hari pencicilan dalam hal pencapaian mimpi-mimpi kita.
Berikut beberapa cara dalam memvisualkan impian:
1.    Meraih kepantasan diri
2.    Bersahabat dengan orang-orang hebat
3.    Syukuri kemenangan-kemenangan kecil
4.    Lakukan evaluasi pencapaian mimpi secara berkala
d.      Membangun Peta Hidup Dalam Perspektif Islam
            Dalam membangun peta hidup, tentunya secara tidak langsung akan menyertakan cita-cita, imajinasi, dan visi. Cita-cita adalah merupakan salah satu titik tolak menuju kesuksesan seseorang.
Dalam Q.S Ar-Ra’d ayat 11, Allah SWT. Berfirmanyang artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Q.S. Ar-Ra’d : 11).
            Ayat di atas mengindikasikan perintah kepada hamba Allah untuk senantiasa bergerak dan menciptakan perubahan dalam kehidupannya. Melalui ayat ini, Allah memerintahkan kita agar merancang masa depan. Sekarang, pikirkanlah dengan baik rencana Anda ke depan. Pikirkanlah apa target 6 bulan, 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun untuk masing-masing dimensi hidup anda. Jadi bukan menjadi apa (presiden, menteri, direktur) yang paling penting, tapi lebih penting adalah apa yang anda hasilkan lewat peran yang anda jalani. Jabatan atau posisi merupakan instrument bagi prestasi dan pengabdian anda.
            Impian, rencana, visi tetap akan menjadi rumusan hampa tanpa adanya kesungguhan dalam melaksanakannya. Namun, cita-cita pribadi kita hendaknya bukan hanya untuk kita sendiri tapi hendaknya memberikan maslahat kepada ummat.
            Tentunya kita tidak hanya ingin memiliki cita-cita dunia karena cita-cita akhirat pun tak kalah pentingnya. Seperti ungkapan yang sering kita dengar yaitu: “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok hari”.
            Kita semua akan mati, seperti halnya Firman Allah yang artinya “Semua makhluk pasti akan merasakan yang namanya mati”. Karenanya yang terpenting bukan mengapa kita mati, dengan cara dan kapan kita mati. Tetapi, bagaimana cara kita menghadapi kematian dan mempersiapkan diri. Karena rasa mati itu sama, hanya sebab matilah yang beragam, sehingga nilainya berbeda. Ada yang syahid karena ta’at dan sebaliknya ada yang tersiksa karena gosong dalam maksiat. Ada yang mulia karena takwa, dan banyak yang hina karena angkara. Lagi-lagi hidup ini adalah pilihan, dua jalan yang diberikan Allah SWT. Ingin syurga atau neraka.
            Bagi orang yang beriman, membangun peta hidup sangat penting. Cita-citanya yang mulia tidak akan dengan mudahnya tergoyahkan dan tergantikan oleh sesuatu yang hida dan rendah. Allah tujuan hidupnya, Rasulullah teladannya, Al-Qur’an pedomannya, jihad jalan hidupnya, dan mati syahid di jalan Allah cita-cita tertingginya.
            Lain pribadi lain pula cita-citanya. Lain visi misi dan yang pasti lain pula cara membangun peta hidupnya. Berikut adalah cara-cara orang besar memetakan hidupnya hingga dapat meraih kesuksesan.
Mapping ala Rasulullah dan Sahabat
            Metode pemetaan hidup pernah dilakukan Nabi saat beliau menjelaskan tentang ajal manusia. Dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Bukhori dan Ibnu Mas’ud ia berkata, Rasulullah membuat gambar segi empat. Di tengah-tengahnya ada garis lurus yang memanjang hingga keluar kotak. Di samping garis tengah ada garis-garis kecil. Lalu Nabi menerangkan, “Ini manusia, dan garis persegi itu adalah kurungan ajalnya, sedangkan garis panjang yang keluar batas itu adalah angan dan cita-cita manusia. Garis-garis kecil itu adalah gangguan-gangguan yang selalu menghinggapi manusia. Maka bila ia selamat dari yang pertama, mungkin akan terkena yang kedua, jika terhindar dari yang satu terkena yang lain”. (HR. Bukhori).
            Memetakan hidup seperti hanya memetakan kondisi diri, positif maupun negative dengan sejujur-jujurnya akan berguna sebagai pengingat visual, sebagai peta untuk belajar, mengorganisasikan ide-idenya, membangkitkan ide-ide orisinil, memicu ingatan dengan mudah dan berguna untuk merencanakan. Cara ini lebih menenangkan, menyenangkan dan kreatif, karena mengaktifkan keseluruhan otak anda.
e.       Modal Utama Dalam Membangun Peta Hidup
            Ada 3 modal utama dalam membangun peta hidup, dan sebenarnya ketiga modal ini telah ada pada diri mita semua. Modal tersebut yaitu:
1.        Akal (fikriyah)
Telah kita ketahui bersama, bahwa surah pertama yang turun adalah surah Al-‘Alaq ayat 1-5 dan surah tersebut berhubungan juga dengan wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Rasulullah.
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS. Al-‘Alaq: 1-5)
       Di dalam surah tersebut kita dapat mengambil hikmahnya, bahwa sebenarnya kita ummat Islam di anjurkan untuk membaca, membaca dan membaca. Sebab dengan membaca dapat menambah pengetahuan kita, baik pengetahuan umum maupun agama. Seperti yang kita ketahui bahwa asupan otak itu salah satunya itu adalah dengan membaca.
2.        Hati (Ruhiyah)
            Selain kita memperbaiki akal (fikriyah), kita dianjurkan untuk meningkatkan Ruhiyah kita, yaitu dengan cara memperbaiki amalan yaumiyah kita. Karena dengan Fikriyah yang mantap dan Ruhiyah yang kuat, maka kita dapat membangun peta hidup dengan matang.
3.        Fisik (Jasadiyah)
            Seyogyanya bukan hanya fikriyah dan ruhiyah saya yang kita perbaiki dalam membangun peta hidup, namun tak lengkap jika jasadiyah kita melemah. Oleh karena itu, di samping kita memperbaiki fikriyah dan ruhiyah, kita harus juga memperbaiki jasadiyah kita. Memperbaiki jasadiya itu terdiri dari 3 aspek:
-            Makanan, tanamkannlah prinsip bahwa “biar enak, tapi tetap berkualitas”. Jadi, usahakan asupan makan kita itu harus berkualitas dalam hal vitamin dan gizi yang terkandung di dalamnya.
-            Olahraga, seperti yang terdapat dalam pribahasa “di dalam jiwa yang sehat terdapat fikiran yang waras”. Setiap muslim seharusnya memiliki kebiasaan berolahraga, minimal memiliki 1 bidang olahraga yang disukai. Karena Rasul juga pernah mengatakan bahwa “Aku lebih suka dengan Muslim yang kuat ketimbang Muslim yang lemah”.
-            Istirahat, dalam istirahat Rasul pernah mengajarkan kepada kita bahwa Allah memperbolehkan kita istirahan pada waktu menjelang dzuhur dan sesudah dzuhur, namun janganlah engkau istirahat pada waktu sesudah subuh, waktu dhuhah, setelah ashar dan setekah maghrib. Jadi, jelas bahwa waktu-waktu inilah yang diperbolehkan untuk istirahat.

f.       Musuh Kesuksesan Dalam Membangun Peta Hidup
            Ternyata di dalam meraih kesuksesan ada musuh-musuh yang harus kita lawan, seperti halnya hadits Rasul di atas. Ada 4 musuh kesuksesan, yaitu:
-          Alasan, usahakan jika kita tidak bisa melakukan suatu poekerjaan, jangan terlalu banyak alasan. Sebab dengan alasan yang sebegitu banyak maka akan membuat kemalasan bagi diri kita.
-          Takut gagal, ada satu kata-kata motivasi, yaitu: “orang yang sukses itu adalah orang yang berani gagal”. Orang yang tak pernah gagal, berarti dia tidak ingin sukses. Jadi, sebagai manusia kita tidak harus takut untuk gagal, karena dengan adanya rasa takut yang menyelimuti, maka akan menyebabkan kita tidak berani melangkah ke depan dan kita akan tetap statis.
-          Lemah dan Malas, sifat lemah dan malas ini sudah pasti ada pada setiap manusia. Untuk melawan kelemahan dan kemalasan yaitu di paksa agar tidak malas, dan kemudian kita harus banyak membaca buku-buku motivasi agar kita termotivasi untuk berubah.
-          Lingkungan negatif, ternyata menurut penelitian lingkungan juga dapat berpengaruh pada kesuksesan kita. Lingkungan yang malas dapat mempengaruhi diri kita untuk malas dan sebaliknya lingkungan yang rajin dapat mempengaruhi diri kita untuk rajin bekerja.
g.      Cara Mewujudkan Target Hidup
Ada beberapa cara mewujudkan target hidup, yaitu:
-          Tekat, tekat itu terletak di dalam hati kita, dengan tekat yang kuat kita dapat lebih bersemangat dalam menata hidup kita menjadi lebih baik.
-          Disiplin action, dengan tekat yang kuat belum dapat membuat suatu target hidup yang baik. Harus dibarengi juga dengan disiplin action, karena tak akan tercapai target-target kita jika tidak ada action dari kita. Jadi seyogyanya kita harus memiliki action dalam hal menata hidup kita.
-          Komitmen, adalah suatu peneguhan yang harus tertanam dalam hati kita dan kita harus istiqomah dalam mewujudkan cita-cita kita.

BAB III
KESIMPULAN

            Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, sudah seyogyanya kita sebagai kader memiliki konsep hidup yang jelas, mau kemana kita melangkah dan mau dibawa kemana soft skill yang ada pada diri kita. Sukses itu adalah perjalanan, bukan cita-cita yang harus dicapai. Kita harus memiliki target-target ke depan, dan ingatlah kita jangan sepele dengan target yang kecil dan jangan pesimis dengan target kita yang besar.
            Islam juga mengajarkan kita untuk memiliki tujuan yang jelas dalam kehidupan. Bagi orang yang beriman, membangun peta hidup sangatlah penting. Cita-citanya yang mulia tidak akan dengan mudahnya tergoyahkan dan tergantikan oleh sesuatu yang hina dan rendah. Allah tujuan hidupnya, Rasulullah teladannya, Al-Qur’an pedomannya, jihad jalan hidupnya, mati syahid di jalan Allah cita-cita tertingginya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar